Senin, 25 April 2011

Profil Kabupaten Sintang

Kabupaten meliputi 14 wilayah kecamatan, yaitu:

1. Ambalau
2. Binjai Hulu
3. Dedai
4. Kayan Hilir
5. Kayan Hulu
6. Kelam Permai
7. Ketungau Hilir
8. Ketungau Hulu
9. Ketungau Tengah
10. Sei Tebelian (Sungai Tebelian)
11. Sepauk
12. Serawai
13. Sintang
14. Tempunak



Kabupaten Sintang adalah salah satu Daerah Tingkat II di provinsi Kalimantan Barat. Ibu kota kabupaten ini terletak di Kota Sintang. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 21.635 km2 dan berpenduduk sebesar 365 058 jiwa. Kabupaten Sintang terletak di bagian timur Propinsi Kalimantan Barat atau diantara 1o05 Lintang Utara dan 110o50 Bujur Timur.




Wilayah Kabupaten Sintang di sebelah utara berbatasan dengan Kabupaten Serawak (Malaysia Timur) dan kabupaten Kapuas Hulu, sebelah timur berbatasan dengan Kabupaten Kapus Hulu dan Provinsi Kalimantan Tengah, sebelah barat berbatasan dengan Kabupaten Sanggau, Kabupaten Ketapang dan Kabupaten Sekadau sedangkan sebelah selatan berbatasan dengan Kabupaten Melawi, Kabupaten Ketapang dan Provinsi Kalimantan Tengah.

Di sektor pertanian, Padi merupakan komoditas andalan di Sintang. Komoditas andalan lainnya adalah palawija berupa jagung, ubi kayu, ubi jalar, kacang tanah, kedele dan kacang hijau. Pertanian tanaman pangan menyumbang sekitar 14,62% terhadap total PDRB dengan sumbangan komoditas padi sebesar 65,42% terhadap sub sektor tanaman pangan.

Kabupaten Sintang di sektor perkebunan yang diutamakan untuk menunjang keperluan industri yaitu tanaman karet dan kelapa sawit. Selain dua komoditi utama tersebut, produksi tanaman perkebunan lainnya yang juga mengalami peningkatan yaitu tanaman kelapa dan kelapa hibrida.

Kabupaten Sintang dialiri 2 sungai besar yaitu Sungai Kapuas dan Sungai Melawi, diman Sungai Kapuas melewati daerah Sepauk, Tempunak, Sintang dan Kentungau, sedangkan Sungai Melawi melewati kota Sintang, Dedai, sampai Ambalau dan menuju ke Propinsi Kalimantan Timur.

Kabupaten Sintang dengan luas 3,23 juta Ha merupakan salah satu kabupaten yang memiliki kawasan hutan yang cukup luas yaitu sekitar 21,99 persen dari luas kawasan hutan propinsi Kalimantan Barat. Pemanfaatan terbesar untuk hutan produksi terbatas yaitu 31,15 persen yang lainnya sebesar 30,69 persen untuk pertanian lahan kering, sebesar 21,30 persen untuk hutan lindung dan sisanya untuk hutan produksi biasa, taman nasional dan hutan produksi yang dapat dikonversikan.

Obyek wisata yang menarik dan sangat potensial untuk dikembangkan menjadi obyek wisata andalan di Sintang, Kalimantan Barat. Keadaan alam yang masih relatif alami dan sungguh indah untuk dikunjungi. Obyek wisata yang cukup menantang terletak disektor Selatan yaitu berupa Jeram kecil yang bertingkat tingkat yang oleh penduduk setempat dinamakan Riam. Salah satu jalur sungai yang banyak riamnya adalah Sungai Pinoh. Gelombang Riam dilatarbelakangi oleh bukit bukit dan tebing tebing yang ditumbuhi pohon pohon yang merupakan perpaduan alam yang sangat serasi dan menarik.


Sumber Data:
Kalimantan Barat Dalam Angka 2010
(01-6-2007)
BPS Provinsi Kalimantan Barat

Sumber :
http://regionalinvestment.com/newsipid/id/displayprofil.php?ia=6107

Sumber Gambar:
http://www.sintang.go.id/images/SintangAllNew.jpg 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar